Sabtu, 19 Oktober 2013

Sabtu, 12 Oktober 2013

dikhianati sahabat !

Kukira sahabat tak semanis yang diceritakan orang lain. Bagiku, sahabatku justru orang yang mengkhianatiku, yang menusukku dari belakang.***
Aku memiliki sahabat bernama Valerie, kami sangat dekat semenjak duduk di bangku SMP. Kami selalu ke mana-mana berdua, menghabiskan banyak waktu berdua, bahkan bersekolah di tempat yang sama hingga di bangku SMA.
Karena tak ingin terpisah, kami memilih berkuliah di tempat yang sama, walaupun mengambil jurusan berbeda.
Masuk di bangku kuliah, tak kusangka aku segera memiliki kekasih yang sangat kucintai. Mario, sosok yang benar-benar seperti kuimpikan sebelumnya. Ia selalu menjaga dan menemaniku ke mana-mana. Sigap mengerti diriku dan menghadapi sikapku yang terkadang manja. Segera, aku, Valerie dan Mario sering menghabiskan waktu bersama. Saling bercanda dan bertukar pikiran.
Karena sangat sayang pada sahabatku, aku hampir selalu mengajak Valerie ke manapun kami berkencan. Kupikir, rasanya tak adil meninggalkan dirinya dan membiarkannya kesepian.
Ternyata aku salah. Tindakanku justru menjadi bumerang bagiku sendiri, karena di sinilah awal mula kekecewaanku itu.
***
Lima bulan hubunganku berjalan dengan sangat manis dan romantis, namun menginjak bulan ke enam, mendadak Mario dingin terhadapku.
Kami jarang keluar dan bercanda seperti dulu lagi. Bahkan, aku lebih sering menghabiskan waktuku sendiri. Aku sempat menceritakan hal ini pada Valerie, tetapi ia terus menghiburku dan membesarkan hatiku.
"Sudah lah San, mungkin ia sedang sibuk. Kan kuliah sedang penuh-penuhnya dengan tugas-tugas. Kamu sendiri juga merasakan, jadi seharusnya kamu bisa mengerti kan?" ungkap Valerie di telepon.
Aku juga merasa semakin jarang bertemu Valerie. Katanya sih ia juga sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Untungnya hampir setiap malam ia tetap meneleponku, menjadi teman berceritaku sehingga aku merasa ia tetap ada untukku (setidaknya itulah pikirku saat itu.)
***
Hari ini adalah setahun kami berpacaran. Tetapi, makin hari kenapa aku merasa semakin jauh dan seperti tak punya pacar ya?
Aku bagaikan kekasih yang tak dianggap, dan dijadikan nomor kesekian. Iya, aku tahu, kuliah memang suatu hal yang serius dan tak bisa dipandang sebelah mata. Tetapi sesibuk itukah hingga ia tak ingat hari jadian kami?
Kegelisahanku segera terjawab ketika aku merasa bosan dan memilih untuk sekedar berjalan-jalan ke mall dan memanjakan mata.
Aku terkejut bukan main. Sekelebat aku seperti melihat dua orang yang kukenal sedang berjalan bergandengan tangan dengan mesra. Iya, itu Valerie dan Mario.
Segera kuikuti mereka dari belakang dengan mengendap-endap perlahan. Kubiarkan mereka dan kuamati apa saja yang mereka lakukan. Mereka seperti sepasang kekasih yang tengah jatuh cinta, yang memuja satu sama lain. Semua hal itu terlihat dari mata keduanya, dan bagaimana mereka saling membalas sentuhan dengan manja.
Perlahan aku meneteskan air mata. Aku bimbang, apa yang harus kulakukan. Apakah aku harus marah kepada orang yang dekat dan kucintai itu?
Emosiku berhasil kuredam. Kutenangkan diriku dan berjalan ke arah mereka berdua sambil tetap tersenyum.
"Kukira kalian ke mana, ternyata ada di sini. Sudah pesan makanan? Aku lapar..." kataku.
Seperti yang kuduga, mereka sama terkejutnya denganku. Valerie bergeser memberiku ruang dan kemudian tertunduk. Ia tak berani memandang dan menjawab pertanyaanku. Demikian juga dengan Mario yang hanya membisu.
Aku membuka suara lagi, "aku mungkin orang yang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi, kalian perlu ingat bahwa aku adalah orang yang sangat mencintai kalian... Aku tak perlu penjelasan apapun saat ini, rasanya semua begitu rumit. Aku hanya minta pada kalian berdua, ini adalah pilihan kalian, dan jangan sampai hubungan kalian rusak karena apa telah kalian korbankan sangat besar. Camkan itu."
Aku berjalan pergi meninggalkan mereka. Meninggalkan orang yang kucintai. Meninggalkan mereka yang telah menusukku dari belakang.
***
Valerie berusaha menghubungiku, baik lewat telepon, datang ke rumah, mengirim surat, hingga meninggalkan pesan di akun socmedku. Aku terdiam tak menjawabnya.
Bagiku sudah cukup pengorbanan yang telah kulakukan untuknya. Aku yang saat ini terluka, masih belum bisa bersikap seperti dulu kepadanya. Rasanya aku tak sanggup lagi melihat senyum dan manjanya pada mantan kekasihku itu.
Aku memaafkannya, tetapi aku tak ingin lagi bersahabat lagi dengannya.

berakhir luka dan penyesalan

nih gue punya crita :) kisah nyata yg dialami teman gua. tapi gua gnti nama. baca yaa (y) Icha adalah awek yg trlihat apa ada nya, suatu hri icha bertemu dgn Nino, awal pertemuan mereka waktu Icha maen ke Humz teman nya Rani, and Rani punya pakwe yg bernama Radit, and Radit mempunyai teman, dan teman nya bernama Nino.Ketika itu Nino n Icha sudah akrab dan sering jalan berdua, setelah selalu jalan bersama mereka berdua,sudah saling memahami, dan di situ,Nino mengajak Icha pergi ke taman bunga, di mna di situ lah Nino akan mengungkapkan semua prasaan nya, yg selama nie hanya dipendam terhadap Icha, Icha terkejut saat dia tawu kalauw selama nie Nino mencintai nya, Icha menolak cinta Nino, Icha takut akan mengecewakan Nino, dan membuat Nino sakit hati, Icha berkata dalam hati, "apa yg harus aq laku kn, aq mncintai nino, tp aq sdar lw nino gk pantas untk diri ku", Icha mncoba tuk prgi, n brkata aq gak bisa, tak di sadari icha menetes kn air mata, saat icha menetes kn air mata, nino lgsung memeluk tubuh icha, n brkata, aq tulus mncinta'i mu, aq akn slalu mnjaga mu, n aq gk akn prnh mnyakiti hati mu, saat mndengar kata" itu, icha trharu, n gk bsa brkata" lg,. setelah 1 tahun lbih mrka pcr'an, tiba" nino mnjadi berubah, nino mmperlaku kn icha, secara kasar, n gk prnh prhati'an lg mha icha, icha bner" bingung knpa nino ckrg brubah mnjadi ksar mha icha, ap yg d ucap kn icha, slalu slah d mata nino,. icha mncoba brtahan demi cinta nha amha nino, tp nino gk prnh bsa mgerti prsa'an icha. gk lama di situ icha handpone icha bunyi, ia fkir tlvn itu dr nino, tp tryata tlvn itu dr tmn nha helda, helda bilang mha icha, lw slama ini rani mmpunya'i prsa'an cinta mha nino, diam" slama ne rani menusuk icha dr belakang, demi cinta rani mha nino. rani tega mghancur kan cinta nino n icha, rani bilang mha nino, lw slama ne icha cuma maen'in cinta nino, n icha bnyak cow laen, slaen nino, n bkn tu ajha, mlah rani smpat bilang mha nino, lw icha udh gk perawan lg.saat icha tw lw rani mncinta'i nino, icha gk ad sdikit pn rasa benci atau marah mha rani, mlah icha rela mengalah, demi prsahabata'an nha, icha gk prnah peduli wlpn hati hancur, icha msih mncoba tuk ttap trsenyum. 2 minggu kemudian, icha mncoba tuk menelpon nino, tp tlvn nha gk prnh d agkt nino, mlah d mati kn nino, sms icha pun gk ad 1 pun yg d blz, icha bner" gk tw hrus brbuat ap lg, nino yg merasa di bohong'i mnyimpan rasa kecewa n mrah bsar mha icha, hingga akhir nha icha udh putus asa, ia brfikir lw nino gk akn prnh maaf'in icha.. helda yg tk sanggup mlihat icha sprti ne, akhir nha ia datang menemu'i nino,n mnjelas kn smua yg trjadi amha hub'an mreka, n apha yg sbener nha trjadi mha icha. setelah nino tw icha gk bersalah , nino dtang ke humz icha, di situ ia melihat icha sdah tdk bernyawa lg, n icha smpat mmbuat surat trakhir buat nino, d dlam nha ad kata, kta maaf, n aq mencinta'i mu selama nha, icha sayank nino. setelah baca surat terakhir dri icha, nino menyesal selama ne, ia udh salah menilai icha... jadi buat cow n cew yg udh baca opini ini, cintai lah pasangan cmoue, sbelum ia prgi meninggal kan cmoue tuk selama nha, n jgn prnah mnyakiti hati n prsa'an pcar cmoue ... cintai lah dia dgn sepenuh hati moue, jga lah dia, sayank'i dia, n paling penting terima lah dia apa ada nha, krna itu akn mmbuat cmoue mengerti, apa itu CINTA

Kamis, 12 September 2013

12 september 2013 at School

hhaha ahh sumpah dah !
hari ini sangat memalukan sekali :D
lagio ada pelajaran akuntansi di kelas.
truus lagi absen nilai
trus,berenti sejenak guru nya absen .
trus absen lagi
ehh gnama gua yg dipanggil
gua acungkan tangan trus bilang "apa buk ?" (dengan lantang)
kan seharus nya yg jwab tuh yg ngoreksi jawaban gue dasn menuyebut kan nilai gue :D
satu kelas tertawa semua ahaha
sumpah seperti biasanya MUKA GUE MEMERAH :D
aslei lahhh MALU betol ^^

Selasa, 10 September 2013

Dengan penuh kebencian Aku benci jatuh cinta Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak selalu menebak-nebak Aku benci deg-degan menunggu kamu online . Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar. Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya? Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri? Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja. Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common, harus dimentahkan oleh hati yang berkata, Jangan hiraukan logikamu. Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu. Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan aku takut sendirian